Antara Anak Jalanan Dan Anak yang Ada Di Jalan

26 May 2011

Hari itu mengejar waktu untuk kembali ke Ibukota, di jalan melaju dengan cepat bersamaan dengan kendaraan lain. Pemberangkatan saat itu menuju travel pukul 5 sore. Langit mendung seperti tak kuat untuk menahan lagi air. Ah, bener saja tepat di jalan Gatot Subroto, hujan datang tanpa kompromi turun dengan derasnya. dan tak mungkin melanjutkan perjalanan ini.

Mencari tempat menepi dan mata ini tertuju pada sebuah kedai kecil yang bersatu dengan rumah, dan kulihat juga ada dua sosok perempuan yang sudah duluan berada di sana. Cukup lama hujan turun, biasanya kalau hujan turun langsung dengan derasnya, cepat juga berhenti, tapi ini tidak biasanya. Satu jam kurang berada di tempat itu, dan tak mungkin kalau tidak menghangatkan perut ini.

Dari awal juga langsung aku mencari sasaran yang bisa ku makan, aha ada roti cukup untuk menghangatkan tubuh saat itu dan segelas teh manis panas, eh ditambah juga secangkir kopi :) teteuup, diteruskan dengan makan basreng (baso goreng) sudah lama ga makan makanan ini, ya terakhir makan basreng ma Icih level 3 itu pun di kasih sama Rere, anak yang baik hati secara makanan ini susah di dapat karena harus mengejar jenderalnya gentayangan.

Hujan masih belum reda juga, akhirnya aku ingin mengambil gambar anak-anak yang lagi bermain di perempatan itu. Aku keluarkan kamera, dan jeprat-jepret sebentar. Mereka sangan riang sekali mengejar mobil saat mobil-mobil tersebut berhenti dilampu merah.

Pikiran menerawang jauh kebelakang di mana waktu itu itu aku bersama teman-teman yang bersekertariat di jl. Citarum Bandung pernah membina mereka cukup lama, ya cukup lama.Ini hanya bentuk kepeduliaan yang rutin setiap satu tahun sekali melakukan kegiatan sosial di luar kegiatan rutin pekerjaan masing-masing.

Semula hanya memberikan pesantren kilat pada mereka saat ramadhan tiba dan itu dilakukan di sebuah mesjid yang ada di Jalan Mutiara Bandung. Dengan menggandeng sebuah LSM yang berada di daerah kopo, karena waktu itu jadwal anak-anak jalanan sudah penuh dengan kegiatan-kegiatan sosial, dan bekerja sama dengan sebuah radio swasta yang ada di jl. Cihampelas Bandung.

Ternyata ada perbedaan antara anak jalanan dengan anak yang ada di jalan. Anak jalanan yang dimaksud di sini adalah mereka yang tidak bekerja dan hanya menghabiskan waktu di jalanan, tidur di jalan, makan di jalan waktu sebagian besar dilakukan di jalan. Sedangkan anak yang ada di jalan belum tentu dia anak jalanan, karena sebagian dari mereka masih mempunyai tempat tinggal, masih ada orang tua, atau bahkan mereka ada di jalan karena disuruh orang tua hanya satu alasan yaitu tuntutan ekonomi dan masalah perut. Dan ternyata tidak itu aja sepertinya alasan mereka ada di jalanan bukan masalah tuntutan ekonomi juga , anak-anak tersebut hanya ingin mendapat kebebasan tanpa ada aturan-aturan yang membelengu mereka.

Inilah foto-foto yang di ambil saat itu

per-4an

Anak-anak saat berada diperempatan

mencoba-mengejar-mobil-saat-berhenti-dilampu-merah

Seorang anak mencoba peruntungan siapa tahu yang ada di dalam mobil membagi sebagian rezeqinya

memperlihatkan-hasil-diper-4-an

Memperlihatkan hasil masing - masing

sambil-berdendang-diper-4-an

Anak yang satu memainkan gitar yang lain menikmatinya

Mereka terlihat sangat menikmati suasana di saat guyuran hujan besar menerpa ke seluruh tubuhnya. Ironis memang keberdaannya, disaat mereka harus kehujanan tak jauh dari tempat tersebut ada orang tua mereka yang berada di dalam posko polisi yang kosong, entah apa yang ada dipikiran orang tua tersebut.

Sampai sekarang tidak ada cara efektif untuk mengatasi anak - anak jalanan atau anak - anak yang berada di jalan. Terkadang kalau ada penertiban baru anak jalanan tidak ada sama sekali, tapi ini hanya bersifat sementara mereka seperti kucing - kucingan dengan para petugas, mungkin hal ini sudah diketahui oleh banyak orang.

Apakah ini terjadi karena harus ada yang disalahkan. Ah, entahlah ini masih menjadi sebuah pertanyaan bagiku. Apakah anak - anak yang harus disalahkan, orang tua, ataukah orang - orang yang selalu memberi uang kepada mereka, ataukah para pemangku kekuasaan yang menangani sosial? . itu aku serahkan kepada pendapat masing - masing yang pastinya semua mempunyai jawaban.

owh iya waktu tak terasa begitu cepat, menuju travel hanya tinggal 10 menit lagi. Hujan masih belum reda juga, dan tidak mungkin meneruskan perjalan ini menembus derasnya hujan. Do’aku dalam hati, yang penting tak akan ketinggalan travel menuju Jakarta. Akhirnya hujan mereda, aku pun melanjutkan perjalanan ini dengan terburu - buru waktu yang di tempuh hanya 5 menit. Akhirnya memotong kompas untuk menuju travel.

Sesampainya di travel, aku berlari karena semua mobil yang berada di situ telah melakukan pemanasan mesin. Ya, aku belum menukar kwitansi yang ada di tangan dengan sebuah tiket travel. Biasanya aku kebagian nomor 4 sekarang aku kebagian nomor 3, posisi duduk yang sama saja sebenarnya yang penting aku berada dideretan bangku kedua.

Alhamdulillah, aku pun mendapat posisi yang nyaman dan lebih leluasa. Tas ransel tidak aku simpan di bagasi, karena lahan didepan tempat duduk cukup luas. Mobil melaju dengan cepat, jalanan saat itu lancar. Pukul 7.30 malam aku sudah berada di Ibukota, aku motong kompas lagi tidak ikut sampai pemberhentian terakhir. Asal tahu aja, saat berada di tol Cawang tiba - tiba hujan turun dengan derasnya.

Saat aku berhenti di sebuah jalan hujan akhirnya berhenti juga. Membeli makan buat makan malam, sekalian biar saat datang tak perlu keluar kost-an lagi pikirku. Dan melanjutkan perjalan dengan menumpang ojeg menuju tempatku. Bersih - bersih diri sebentar ga peke lama soalnya sudah lapar kemudian makan, beres - beres, sempatkan membaca sebentar seterusnya ZzzzzZzzzzz ^p^


TAGS


-

Author

Follow Me