SDM di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

13 Jul 2016

 

SDM di Era Msyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Saat itu ( 30/6- 2016) kantor DPC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengadakan buka bersama sambil bincang santai,dihadiri Obon Tabroni ( Vice president FSPMI Pusat) dan Meilina Kartika Kadir (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi).

Bekasi yang merupakan salah satu kawasan industri tentu saja menjadikan Bekasi kini semakin padat dan ramai. Sebagian orang berbondong-bondong untuk mencari lowongan pekerjaan di tempat yang satu ini. Kini, untuk mencari pekerjaan tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Setiap sumber daya manusia (sdm) harus benar-benar mempunyai skill sesuai dengan bidangnya masing -masing.

Dalam pemaparannya Meilina kartika (Melly) bahwa MEA dibentuk pada Tahun 1997 saat KTT ASEAN di Kuala Lumpur.

Dalam keputusannya para pemimpin ASEAN ingin melakukan perubahan ASEAN menjadi kawasan makmur, stabil dan dan bersaing dalam perkembangan ekonomi yang berlaku adil sehingga dapat megurangi kesenjangan, kemiskinan sosial ekonomi atau ASEAN Vision 2020, agar mampu bersaing dengan Tiongkok dan India dalam menarik investasi asing nantinya.

Tidak berhenti sampai disitu, KTT ASEAN pun berlanjut pada Oktober 2003 di Bali, Agustus 2006 di Kuala Lumpur, KTT ASEAN Januri 2015 akhirnya diputuskan percepatan pembentukan komunitas ASEAN dengan penandatangan Deklarasi CEBU. Dan di Tahun 2016 sekarang negara-negara di ASEAN sudah memasuki babak baru dalam kerja sama bilateralnya yakni dengan memberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Suka tidak suka dengan MEA ini tetap harus dihadapi karena persaingan  sudah didepan mata. lagi-lagi disini disinggung  skill (keahlian) harus dimiliki dan hal yang lebih penting lagi etos kerja dan loyalitas pekerja (buruh) harus diubah. Hal itu disampaikan pula dalam pemaparannya Obon didepan para anggota FSPMI.

Sudah kita ketahui banyak tenaga asing yang bekerja di perkantoran atau pabrik-pabrik, tentu saja ini menjadi persaingan bagi sdm yang ada di Indonesia. Skill harus semakin ditingkatkan. Dalam hal ini pemerintah harusnya turut membantu seperti menyediakan BLK untuk masyarakat setempat. Tidak hanya itu, infrastruktur di Bekasi juga harus dibenahi. ” Dalam membenahi infrastruktur ini dibutuhkan pemimpin yang komitmen terhadap rakyat” ujar Melly.

SDM di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bisa mengikuti pelatihan kerja yang nantiya akan disediakan oleh pemerintah bersama para pejabat setempat, misalnya meliputi pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi 2016 antara lain sebagai berikut :

- Bisnis dan Management

- Tekhnik Manufaktur

- Tekhinik Elektronika

- Tekhnik Listrik

- Tekhnik Informasi dan Industri

- Metodologi

- Referigeration

- Las/Welding

- Kontruksi Bangunan

- Otomatif dan lain-lain.

Semoga para pemimpin di Era MEA ini mengerti  akan kebutuhan masyarakat, terutama kesempatan kerja dan upah buruh, biar mengurangi aksi unjuk rasa dari para buruh setempat.[]FR

 

 


TAGS MEA Bekasi FSPMI Perempuan pintar


-

Author

Follow Me