• 14

    Feb

    Ada Cinta Setiap Saat

    Terlihat pemandangan yang sangat indah menghiasi setiap langkah dan saat mata memandang, Langit biru. pegunungan yang mengelilingi pepohonan dan juga bunga-bunga yang bermekaran. Tak ada satupun nikmat Tuhan yang kau dustakan. Udara yang terhirup setiap hari dan itu pun semua didapat secara gratis. Sebisa mungkin kala tak lupa dalam mengingatNya selalu ada rasa syukur sepanjang hari dan setiap saat. Pameran yang memajang beberapa foto yang terpilih dalam suatu ruangan sungguh menambah rasa syukur, betapa indah baik alam ataupun semua yang berhasil di bingkai di sana. Setelah cukup berkeliling, saatnya menikmati secangkir kopi dan kue-kue kecil yang tersedia di sana. Terlihat beberapa orang yang karyanya terpajang di sana turut hadir menyaksikan pameran. Pameran bukan hanya diikuti oleh
  • 9

    Jan

    Sahabat #4 : Semua Atas Nama Cinta

    Saat menuju penginapan lagi berat rasanya untuk beranjak, sebagian kawan membantu membersihkan dan membereskan bekas piring-piring makan kita. Pemilik rumah yang baik dan sangat ramah itu bernama Pak Hadi, begitu juga istrinya tak kalah baik. Mereka adalah pamannya Tiar salah satu kawan kita. Bekerja sebagai staf di Perkebunan teh Gunung Malabar Pangalengan. Selesai sudah tugas aku di rumah itu, tidak sendirian dalam menyelesaikannya ada Tinmey, Lara dan Nenden. Kita pun melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan. Saat perjalanan, semua diabadikan lewat sebuah potret. Setiap ada keindahan alam dan tempat yang baru di sekitar penginapan kita pasti selalu berfoto bersama. Adakalanya hanya para perempuan yang narsis sendiri tanpa mau diganggu kawan laki-laki. Kumpul-kumpul lagi di teras
  • 8

    Jan

    Sahabat #3 : Cerita Perkebunan Teh dan Gunung Nini

    Terlelap walau hanya sebentar, tapi sangat nyenyak. Rasa penasaran pun datang saat memasuki kamar mandi, ada apa gerangan di sana. Owh rupanya ini yang membuat kawan bertanya saat selesai dari kamar mandi kemarin. “Jangan Lihat ke Atas!” sebuah tulisan di kertas yang menempel di tembok dan jaraknya lebih tinggi dari pintu. Andai semalam kata ini terbaca pasti otomatis mata memandang ke atas. Bukannya selalu begitu yang dilarang malah sengaja dilanggar. Ah! sudahlah jadi kemana-mana pikiranku, masih berguman dalam hati. Tak ada apa-apa yang ada hanya lubang kecil terlihat langsung ke atap rumah. Terlihat di dapur Cici lagi menyiapkan makanan. Kami membawa perlengkapan kompor meja, lengkap dengan box-box yang terisi makanan, baik yang akan di olah maupun siap disantap. Cici da
  • 7

    Jan

    Sahabat #2 : Jalan Yang Tak Berujung

    Perjalanan Bandung - Pangalengan terasa cepat saat malam, kecepatan mobil di atas rata-rata. Kalau saja ditakdirkan habis kontrak dengan Tuhan, habislah kita semua saat itu. Memasuki perkebunan teh, saat malam hanya kegelapan dan terlihat gunung dari kejauhan. Dipintu gerbang masuk, para penjaga perkebunan memberikan senyuman dan lambaian tangan. Sudah berapa jarak yang kita tempuh malam itu, tempat yang dituju pun belum terlihat. “Kok lama seeh? kita seperti jalan di tempat aja.” “Bangun oy…banguuun! Ki, kau kan petunjuk jalan kita.” “Hehe…lupa lagi.” terbangun dengan wajah lugunya. Rasanya ingin menimpuk dia rame-rame saat itu, tapi ini bukannya saat untuk bercanda. Mobil melaju terus, hampir pertengahan perjalanan Bandung-Pangalen
  • 6

    Jan

    Sahabat #1: Sepatu Perahu

    Menikmati hangatnya semangkuk baso dan sebagai penutup tentu saja selalu tak ketinggalan semangkuk es “Oyen” menemani percakapan siang ini. Baso yang enak dilidah walaupun dengan kuah yang bening tanpa apa-apa, cukup pedas, asem dan rasa garam yang cukup. Habis sudah semangkuk baso dengan lahapnya, tak lupa es Oyen dinikmati secara perlahan, dari mulai tape, pacar cina, kolang kaling tentu saja tanpa roti aku menikmatinya, mambuat lidah menari-nari dalam setiap suapan sendok demi sendoknya. “Bu, nanti malam aku sama kawan-kawan mau berlibur dan jalan-jalan ke Pangalengan.” “Iya, ga apa-apa, asalkan temani dulu menghadiri acara selepas magrib.” “Ok! terima kasih bu.” Aku pun pulang melalui jalanan yang tak berbelok dan sangat mudah untu
  • 10

    Nov

    Dua Sahabat

    Malam itu pesta selesai, semuanya telah berlalu. Sani dan Bintang, berjalan bersamaan. Waktu terus berjalan, Bintang pun memutuskan untuk menginap di rumah Sani. Tempat pesta dan rumah Bintang cukup jauh, kalau ditempuh menghabiskan kira-kira 3 jam perjalanan. Orang tua kedua belah pihak sudah saling mengetahui, jadi persahabatan mereka lebih kearah kekeluargaan dan sudah menganggap satu sama lain seperti saudara. Jalanan kota Bandung saat itu sepi, sebelum sampai ke rumah, kami berdua menyempatkan diri untuk mampir sebentar ke warung tenda, dimana roti panggang dan pisang keju yang tersedia di sana cukup banyak dinikmati. Bukan masalah isi perut saat berada di sini, kami ingin mengingat masa-masa dulu, saat masih nonton konser tempat ini yang dijadikan Bintang dan teman-teman untuk berku
  • 16

    May

    Yogyakarta (4)

    Jarak tempuh Bandung Yogya tidak begitu lama, apalagi saat jalan lancar. Pukul 9 malam, kami sudah tiba di yogya. Saat itu tempat yang disinggahi adalah rumahnya Pakde. Setelah beres-beres dan membersihkan badan, aku luangkan waktu sebentar untuk bercengkrama dengan penghuni rumah. Suasana ruang keluarga saat itu sangat ramai, terlihat ada si mbah yang kebetulan datang juga, selain itu ada saudara-saudara lainnya. “Neng, sudah tidur di rumah mbah aja, yuk ikut ke Kota Gede!” sahut si mbah. “Iya mbah, terimakasih, lain waktu pasti aku dolan ke sana.” ucapku. Menikmati teh hangat yang legit, bersama kudapan yang telah disedikan budhe. Obrolan pun semakin hangat dan akrab. Setelah satu persatu berpamitan, aku pun pamit sama orang rumah untuk beristirahat mengingat
  • 26

    Jul

    Yogyakarta 3

    Tak terasa seminggu sudah aku berada di Yogya, dan cutiku habis sudah. Kebersamaan setiap hari antara aku, Banyu, dan semua keluarganya seperti aku sudah dianggap sepeti anaknya sendiri . Ya, aku sangat dekat dengan ibunya Banyu, terkadang Banyu sesekali suka merasa cemburu jadi sebenarnya siapa yang menjadi anaknya itu. Pagi pagi sudah berkemas, sudah saatnya pulang ke Bandung. Periksa dulu tasnya, jangan sampai ada yang ketinggalan. Banyu mengingatkan . Iya, siap bos, Hihihi! Setelah semuanya selesai, kami siap-siap melanjutkan perjalanan. Hari ini Banyu juga ikut ke Bandung. Mampir dulu ke Klaten sebelum pulang ke Bandung, hanya untuk membeli ayam Mbok Berek. Pasti setiap ke Yogya ga akan ketinggalan ya seperti ketagihan gitu Ayam dengan cita rasa alami dan berasal dari ayam kampong
  • 6

    Jul

    Yogyakarta (2)

    Aku dan Rara pun akhirnya tertidur setelah berbincang sedikit terlebih dahulu di dalam kamar. Sebelum shubuh tiba, aku sudah terbangun terlebih dahulu. menuju kamar madi yang letaknya di luar rumah. Kulihat si mbok juga sudah bangun, dia lagi nyapu halaman rumahnya. kamar mandi di belakang rumah Banyu cukup luas, dan airnya itu bening banget dan sejuk sehingga aku betah untuk berlama-lama di dalamnya. Pas masuk kamar mandi gelap gulita ditambah suasana di luar juga ga masih gelap. Dan aku pun menghampiri si mbok. “Mbok, kalau nyalakan lampu kamar mandi, stop kontaknya sebelah mana ya?” Kira-kira begini jawab si mbok yang sebenarnya di ucapkan dalam bahasa Jawa. “Ada, dibalik pintu belakang kamarnya Banyu, coba aja!” Aku pun bergegas kedalam rumah lagi, sudah di
  • 3

    Jul

    Yogyakarta (1)

    Sepagi ini tiba - tiba dikejutkan dengan suara handphone berdering. “Hallo, setelah jum’atan kata mamah ikut ke Yogya, nanti di jemput.” Diam beberapa saat, baru bisa menjawab “iya, semoga pekerjaan kelar secepatnya, siapa aja yang mau pergi?” ” cuma berempat aja, aku , mamah, bapak, dan teteh.” “ok! biar mempersiapkan dulu barang apa aja yang akan dibawa.” “Ya, pokoknya nanti dijemput.” Suara telp itu akhirnya terputus. Pekerjaan di kantor saat itu bisa terselesaikan dengan cepat, kelar sebelum jum’atan. Akhirnya aku bisa pulang lebih cepat, dan mempersiapakan kembali barang apa aja yang akan dibawa. Tidak terlalu banyak yang dibawa, cukup beberapa stel pakaian ganti dan dilengkapi dengan peralatan mandi dan ten
-

Author

Follow Me